Hiperemesis Gravidarum, Mual Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Halo semua selamat datang di blog Simple Midwife, di sini kita akan membahas berbagai istilah kesehatan terutama di bidang kebidanan. Oke langsung aja ya, hari ini kita akan membahas tentang Hiperemesis Gravidarum.

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berlebihan pada masa kehamilan. ingat ya, BERLEBIHAN. Berbeda dengan morning sickness yang biasa di alami ibu pada awal kehamilan, hiperemesis gravidarum merupakan mual muntah lebih dari 10x per hari.

Kondisi ini disebabkan oleh ketidak stabilan hormon HCG atau Human Chorionic Gonadotrophine. HCG merupakan hormon yang diproduksi plasenta untuk menunjang kehamilan. Hormon ini mempengaruhi ibu merasa mual. Sehingga ketika hormon HCG naik keinginan untuk muntahpun bertambah.

Tanda gejala yang di alami ibu pada saat hiperemesis gravidarum adalah mual muntah lebih dari 10x per hari, kehilangan nafsu makan, sensitif terhadap bau hingga dehidrasi.

Berdasarkan tanda gejalanya Hiperemesis gravidarum terbagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat pertama, ibu mengalami mual muntah, nyeri pada ulu hati, lemah, lidah kering dan mata terlihat cekung. Pada tingkat kedua ibu terlihat apatis atau tidak merespon sekeliling dengan baik, suhu badan ibu meningkat hal ini menandakan ibu sedang mengalami dehidrasi, nafas mulai berbau aseton dan ibu terlihat sedikit kekuningan. Tingkat ketiga merupakan tingkat yang paling tinggi dan gawat, pada tahap ini mual dan muntah sudah berhenti, kesadaran ibu mulai menurun ibu terlihat mengantuk dan jug bisa terjadi hingga koma, ibu mengalami penurunan tekanan darah drastis, serta ikterus (kuning).

Hal yang dapat dilakukan adalah segera merujuk ibu ke rumah sakit. Di rumah sakit ibu akan mendapatkan obat antimual serta pemberian cairan melalui infus untuk mengurangi dehidrasi. Untuk ibu yang tidak dapat menelan, nutrisi juga akan diberikan melalui infus.

Ibu hamil yang mengalami morning sickness  dapat melakukan hal hal berikut untuk mencegah terjadinya hiperemesis gravidarum. Pertama menerapkan pola makan sedikit tapi sering, kedua menghindari makanan berminyak, pedas dan berbau amis, ketiga mengonsumsi minuman jahe untuk meredakan mual, terakhir perbanyak istirahat dan kurangi beban pikiran.

Itu tadi penejelasan mengenai Hiperemesis Gravidarum. Semoga kalian semua bisa paham apa itu hiperemesis gravidarum, penyebab, tanda gelaja, tingkatan, penanganan serta cara mencegahnya


link video :
https://youtu.be/-hhxqdA05lc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Mola Hidatidosa